Sejarah Kabupaten Pangandaran

Gambar
  Sejarah Kabupaten Pangandaran Hingga Keunikannya, Dulu Kecamatan di Ciamis Ribuan wisatawan padati Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat Kabupaten Pangandaran  adalah salah satu wilayah di Jawa Barat. Letaknya ada di bagian selatan dan berbatasan dengan Samudera Hindia. Kabupaten ini terkenal dengan wisata lautnya yang sudah tersohor sejak dahulu kala. Berikut ulasan  sejarah Kabupaten Pangandaran  selengkapnya. Kabupaten  Pangandaran  belum lama berdiri, usianya belum genap satu dekade. Karena itu Kabupaten Pangandaran adalah salah satu kabupaten termuda di Indonesia. Sejarah Kabupaten Pangandaran Sejarah panjang Kabupaten Pangandaran bermula pada tahun 1819. Laman portal.pangandarankab.go.id menulis, saat itu nama Pangandaran yang saat ini kita kenal sebagai nama kabupaten awalnya adah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Ciamis Sejak dulu wilayah ini banyak didatangi para nelayan dari berbbagai daerah, karena letaknya yang berada di pesisir selatan pulau ...

Pemandangan Alam Saung Buleud

 Menikmati Pemandangan Alam Saung Buleud Kalipucang-Pangandaran-Jawa Barat-Indonesia


    Jika Anda sedang di perjalanan mau berlibur menuju Objek Wisata Pantai Pangandaran, dan merasa lelah di perjalan, kurang lebih 14 Km/15 menit lagi menuju Pantai Pangandaran, Anda bisa singgah untuk melepas lelah terlebih dahulu di Saung Buleud, terdapat 2 warung kopi milik Bapak Totong Yadin dan Bapak Dede Wastika yang selalu buka 1 x 24 jam, Pengunjun dapat melihat pemandangan yang menakjubkan dari atas Saung Buleud.
    Saung Buleud ini berada di Dusun Empangsari Rt 01 Rw 06 Desa Kalipucang Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat Indonesia memang sudah tidak asing lagi bagi warga Pangandaran ataupun Wisatawan yang sering bolak-balik ke Pantai Pangandaran.
    Menurut salah seorang Warga pribumi, Saung Buleud ini sudah ada sejak konon pada Massa Kerajaan, "Saung Buleud pada massa Kerajaan dulu berpungsi sebagai posko jaga prajurit kerajaan untuk memantau jikalau ada pergerakan dari Prajurit kerajaan musuh, Sekarang banyak Wisatawan yang mampir di Saung Buleud hanya sekedar untuk berphoto-photo ataupun hanya untuk sekedar melepas lelah karena lokasi yang setrategis di pinggir jalan," Tuturnya.
    Jika Anda berada di Saung Buleud pada waktu pagi hari, Anda akan merasakan dinginnya kabut alam, Dari Saung Buleud juga Anda dapat melihat Matahari terbit dari sebelah Timur dengan latar belakang Segara Anakan dan Pulau Nusakambangan di  Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
    "Jika Anda sedang beruntung saat pagi hari dan cuaca sedang kemarau Anda akan menyaksikan sepanjang jalan di Saung Buleud ini akan turun Kabut," jelasnya.



    Saung Buleud dibangun di atas ketinggian 3 meter dari jalan raya, dari Saung Buleud ini juga Anda dapat melihat Jembatan Legendaris Jembatan Kereta api Cikacepit, yang dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada massa penjajahan dulu.



    Keunikan lainnya di Saung Buleud ini juga dihuni Kera Ekor Panjang yang sering turun dan berinteraksi langsung dengan pengunjung yang sedang beristirahat di Warung. Kera-Kera turun biasanya hanya sekedar untuk minta makanan atau minuman.
    Menurut Pak Totong Y dan Pak Dede W, "Terkadang ada juga Kera yang suka usil/nakal, yang suka merusak atap Warung mereka atau mencuri makanan dan minuman barang dagangan disaat mereka sedang lengah," tuturnya.




    Saat ini Saung Buleud merupakan salah satu tempat persinggahan yang seakan menjadi wajib hukumnya untuk disinggahi oleh Grup-Grup Goes/Pesepeda yang berada disekitar Kabupaten Pangandaran, bahkan, dari luar Kabupaten Pangandaran sekalipun kalau ada rombongan Goes/Pesepeda melintas menuju Obyek Wisata Pantai Pangandaran, seperti ada daya tarik tersendiri yang seakan-akan memaksa rombongan Goes/Pesepeda tersebut untuk singgah di Saung Buleud.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jembatan Kereta Api Cikacepit

Cumi Crispy dari Pangandaran

Eksotisnya Pantai Karapyak Pangandaran