Sejarah Kabupaten Pangandaran

Gambar
  Sejarah Kabupaten Pangandaran Hingga Keunikannya, Dulu Kecamatan di Ciamis Ribuan wisatawan padati Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat Kabupaten Pangandaran  adalah salah satu wilayah di Jawa Barat. Letaknya ada di bagian selatan dan berbatasan dengan Samudera Hindia. Kabupaten ini terkenal dengan wisata lautnya yang sudah tersohor sejak dahulu kala. Berikut ulasan  sejarah Kabupaten Pangandaran  selengkapnya. Kabupaten  Pangandaran  belum lama berdiri, usianya belum genap satu dekade. Karena itu Kabupaten Pangandaran adalah salah satu kabupaten termuda di Indonesia. Sejarah Kabupaten Pangandaran Sejarah panjang Kabupaten Pangandaran bermula pada tahun 1819. Laman portal.pangandarankab.go.id menulis, saat itu nama Pangandaran yang saat ini kita kenal sebagai nama kabupaten awalnya adah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Ciamis Sejak dulu wilayah ini banyak didatangi para nelayan dari berbbagai daerah, karena letaknya yang berada di pesisir selatan pulau ...

Jembatan Kereta Api Cikacepit

 

Jembatan Kereta Api Cikacepit

Jembatan Kereta api Cikacepit


        Jembatan Cikacepit adalah Jembatan Kereta Api nonaktif di Jalur kereta api Banjar–Cijulang. Jembatan ini terletak di Desa Kalipucang, kec. Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jembatan ini merupakan jembatan Kereta Api terpanjang di Indonesia dengan panjang 310 meter. Jembatan ini juga menghubungkan antara Stasiun Kalipucang dengan Stasiun Sumber. 
    Jembatan ini terbuat dari besi baja, baik pada rangka jembatan maupun tiangnya, meskipun terdapat sebagian tiang yang terbuat dari beton pada ujung jembatan.
Ke arah Stasiun Kalipucang menuju Stasiun Banjar, terdapat Terowongan Hendrik yang letaknya cukup dekat dengan jembatan ini dan tidak jauh setelah jembatan ini mengarah ke Pangandaran dan Cijulang juga terdapat Terowongan Juliana yang mengarah menuju Stasiun Sumber.

Sejarah

    Pembangunan Jembatan ini dilakukan bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api petak Banjar-Kalipucang yang di pada tahun 1916-1921 dan diteruskan ke Stasiun Pangandaran hingga Stasiun Cijulang.

    Dahulu, jembatan ini ramai dilalui kereta pada jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang. Jembatan ini digunakan sejak 1921 hingga ditutup pada tahun 1982, bersamaan dengan penutupan petak jalur Banjar - Pangandaran.

Sejak itu, jembatan ini terbengkalai hingga sekarang. Yang sangat disayangkan, saat ini banyak bagian jembatan yang sudah berkarat, dan ditambah lagi banyak bagian yang sudah dicuri dengan cara dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Padahal, sampai awal dekade 2000-an, bentuk jembatan ini masih baik tanpa bekas potongan.

    Saat ini, bersama dengan jalur kereta api Cibatu - Garut - Cikajang, Rancaekek - Tanjungsari, dan Bandung - Cikudapateuh - Ciwidey, jalur Banjar - Pangandaran - Cijulang menjadi salah satu jalur kereta api nonaktif yang ditargetkan untuk direaktivasi sesuai dengan rencana dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Hingga awal tahun 2020, belum ada progres pembangunan dalam reaktivasi jalur ini, namun sangat besar kemungkinannya bahwa jembatan ini harus dibangun ulang mengingat kondisi jembatan yang ada tidak memungkinkan untuk hanya sekedar diperbaiki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cumi Crispy dari Pangandaran

Eksotisnya Pantai Karapyak Pangandaran